BAGJA dalam manajemen perubahan dalam berpikir inkuiri apresiatif.
BAGJA adaptasi dari konsep atau kerangka berpikir inkuiri apresiatif yang digunakan dalam manajemen perubahan.
BAGJA adalah model manajemen perubahan yang digunakan dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya pada program Guru Penggerak. Model ini merupakan adaptasi dari konsep Inquiry Appreciative (IA) atau Inkuiri Apresiatif.
Secara filosofis, BAGJA berfokus pada kekuatan yang sudah dimiliki oleh suatu komunitas atau organisasi, alih-alih mencari-cari masalah atau kekurangan.
Makna Filosofis: Inkuiri Apresiatif
Sebelum membedah singkatannya, penting untuk memahami bahwa BAGJA bekerja dengan prinsip:
Melihat hal positif: Fokus pada apa yang sudah berjalan baik.
Pertanyaan pemantik: Menggunakan pertanyaan sebagai alat utama untuk menggerakkan perubahan.
Kolaboratif: Melibatkan seluruh pemangku kepentingan (siswa, guru, orang tua, dsb).
Tahapan BAGJA
BAGJA merupakan akronim dari lima langkah utama dalam bahasa Sunda/Indonesia yang selaras dengan tahapan 5D dalam Inkuiri Apresiatif (Define, Discover, Dream, Design, Deliver).
| Tahapan | Kepanjangan | Penjelasan Singkat |
| B | Buat Pertanyaan Utama | Menentukan arah penyelidikan dan apa yang ingin dicapai. |
| A | Ambil Pelajaran | Mencari pengalaman positif atau keberhasilan yang pernah terjadi di masa lalu. |
| G | Gali Mimpi | Menyusun narasi tentang kondisi ideal jika perubahan tersebut berhasil terwujud. |
| J | Jabarkan Rencana | Mengidentifikasi tindakan konkret, strategi, dan langkah-langkah teknis. |
| A | Atur Eksekusi | Menentukan siapa yang terlibat, peran masing-masing, dan tenggat waktunya. |
Mengapa Menggunakan BAGJA?
Dibandingkan dengan model manajemen perubahan konvensional yang sering dimulai dengan "Apa masalahnya?", BAGJA memulai dengan "Apa yang sudah baik dan bagaimana kita meningkatkannya?". Hal ini menciptakan suasana yang lebih optimis, meminimalisir resistensi, dan meningkatkan motivasi internal tim.
Catatan: Model ini sangat efektif digunakan oleh pemimpin sekolah atau guru untuk menciptakan budaya sekolah yang positif dan berpihak pada murid.

Komentar
Posting Komentar
Kami dapat menerima komentar baik pada tempat yang telah tersedia, Terima Kasih